Sebelum Cahaya, Selasa 12 October 2010
…dan kembali ku goreskan tinta…bukan tuk menggurui atau mengobral kata…sekedar menyampaikan bahasa jiwa melalui bait-bait sederhana…semoga ada makna yang bisa kita ambil dari sana…
Wahai suami yang lembut hatinya…,
Sudahkah kau sapa dengan santun istrimu hari ini?? Sudahkah kau bisikkan sebuah kata sederhana yang mungkin kadang sulit terucap dari lisan mu…namun sangat dia tunggu…kiranya tak ada salahnya jika sekali-kali kau katakan padanya “dinda, aku mencintai mu”, “ honey, bukan merayu namun sungguh aku tergila-gila padamu”, “sayanx, masih ku tak percaya jika kini kau jadi milik ku”
Terkadang mungkin kesibukan tlah membuat mu lupa tuk sekedar memberikan senyum hangat mu saat dia membuka mata dan berterima kasih atas sarapan pagi yang di sajikannya…
Apakah gerangan yang membebanimu, jika engkau menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!
Tanyalah keadaan istrimu di saat engkau masuk rumah!!
Apakah memberatkanmu, jika engkau menuturkan kepada istrimu di kala masuk rumah : “Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, tiadakah dirimu tau diriku telah terserang rindu yang tak tertahan”
Sekali-kali tak pernah ada ruginya di sela-sela kesibukan mu atau saat dia tak di dekatmu…kau kirim message (sms) pada istrimu sekedar tuk bilang “dinda, kanda rindu”, dan kupastikan itu kan membuat pipi kekasih mu memerah karena panah2 cinta yang kau lepaskan…tak masalah sedikit rayuan gombal…terkadang wanita menikmatinya…
Wahai suami yang lembut hatinya…
Ingatkah kau dulu saat kalian masih pacaran (bagi yang berpacaran) tak pernah kau merasa sayang untuk membuang pulsa mu guna mengirimi kekasih mu pesan2 yang berisi rayuan2 maut dan sejuta perhatian padanya…namun kini, setelah dia halal bagi mu kenapa seringkali kau lupa tuk sekedar mengatakan “darling, hari ini kau cantik sekali”!!!
Sungguh sedih kurasa saat ku saksikan tidak sedikit di antara mereka dimana semakin lama usia pernikahan maka semakin tak ada kemesraan di antara masing2 pasangan…semua telah menjadi sangat biasa…betapa saya sangat menyayangkannya…
Untuk para suami, tak perlu ragu untuk sekedar memeluk hangat istri Anda dan berkata “sayanx, aku mencintaimu”
Dan engkau para istri, jangan enggan tuk memanjakan suami Anda...berhiaslah lebih cantik ketika bersamanya, senantiasa santun dan lembut saat berbicara dengan nya, tidak melawan apa yang di perintahkannya namun jika kau tak sefaham dengan apa yang di sampaikan kekasihmu maka sampaikan argument mu dengan bahasa terbaik…kurasa dia akan mengerti dan mencoba tuk memahami…
Saudaraku, berapapun usia pernikahan Anda, tetaplah perbaharui cinta berdua dengan senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayang. Sehingga kelak, cita-cita berdua sampai di surga-Nya bukanlah sekedar impian belaka. Dengan cinta dan perhatian yang tulus kepada pasangan anda, segala cobaan, ujian seberat apapun akan mampu diatasi bersama, selamanya, tanpa harus berakhir dengan tangis dan penyesalan…
Saya memang belum tahu bagaimana itu dunia pernikahan, apa itu hidup berumah tangga dan lain sebagainya…namun, izinkan saya berdoa untuk Anda yang telah berkeluarga semoga Allah amanahkan bahagia…kemesraan selamanya…amin.
Subhanakallahu allahumma wa bihamdika, asyhadu alla ila ha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaika...
Selesai di tulis menjelang isya’ ketika perut saya terasa lapar sangat luar biasa ~.~
4 Dzulqa’dah 1431 H
Scarlet Khansa Alzema

Tidak ada komentar:
Posting Komentar