Bahasa Jiwa-ku...





Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa aku harus tidak rela jika ternyata pada akhirnya itu bukan “HAK”-ku?
dan bukan-kah jika itu pada akhirnya memang “HAK” ku tidak ada yang bisa merebutnya dariku...
aku menemukan penawar atas ketakutan panjang yang merasuki-ku ...
dimana "rasa ingin memilki" itu harus di hapuskan...

... kembali pada pertanyaan pertama, "kenapa aku harus tidak rela jika ternyata nanti pada akhirnya itu bukan "HAK" ku?"

…dan aku hanya bisa tersenyum...pada bulan ke 30 aku baru bisa menemukan pertanyaan ini,

Aku mengagumi cara-Mu mengajariku...

 

Walau aku tidak tau apa alasan banyak orang senang melihat sunset, namun bohong jika ku bilang sunset tidak indah, hanya saja bagiku sunrise tetap yang terindah :-)










…dan ketika kau tersenyum aku selalu mengagumi keramahanmu, dalam keramahanmu aku melihat diriku didalam dirimu…aku memang tidak mengenal secara detail bagaimana sosok, pribadi, prinsip, idealis, dan kehidupanmu, namun semakin hari aku kian yakin bahwa aku telah mencintaimu secara khusus

terimakasih telah hadir dalam hidupku…sudah sangat lama aku tak melihatmu…lama sekali…semoga Allah melindungimu…amin








Aku jatuh cinta padamu, dan dilanda rindu yang teramat sangat untuk menambah makna dan kebahagiaan hidupmu...




Jangan bersedih dan merasa sendirian di semesta yang hampa ini, karena jika kau bersedih...kau hanya akan bersedih sendirian...






…semua ini adalah ujian, makanan jiwa dan hati, tak mampu tuk ku tolak hati merengkuh segalanya. Ujian yang begitu indah penuh dinamika dengan lompatan-lompatan emosi yang naik turun tak pasti…bukan aku yang akan memilih untuk memutuskannya, melainkan keputusan Allah lah yang ku nanti…Allah memiliki rencananya sendiri, dan apalah hakku mempertanyaknnya…yang kubutuhkan hanyalah sedikit kesabaran untuk mendapatkan jawaban Nya…2:153








…bantu aku dalam doamu, agar aku tak tertipu oleh nafsu…engkau memiliki pengendalian diri yang begitu sempurna, sedang aku terlalu tak  mampu untuk mengendalikan perasaanku padamu…aku selalu merindukanmu sedang kutahu kau belum halal bagiku…
Ya Allah salahkah aku jika hati ini tlah dipenuhi rasa sayang yang belum saatnya? Aku tahu ini salah!!
Robb, sebelum dia halal bagiku, jaga hatiku agar tak berlebihan. Ku titipkan rindu ku pada-Mu jika Kau sendiri yang menyampaikan padanya, ku yakin itu akan lebih indah…





Ada proses yang dijalani…ada tujuan yang ingin di capai…ku biarkan mengambang satu centimeter dihatiku…impian dan asa yang begitu ingin ku raih sambil jari telunjukku menunjuk ke hati dan mata ku lurus menatap langit

Aku punya jalan untuk di tempuh…biarkan Dia yang mengaturnya hingga keindahan itu datang pada waktunya




Maha Indah Allah dengan segala keindahan-Nya, yang telah menghadirkan perasaan indah ke dalam lubuk hati hamba Nya

Maha Indah Allah dengan segala keindahan Nya, termasuk percikan cinta yang dianugerahkan kepada hamba Nya.




…betapa inginnya jiwaku berlari memelukmu tanpa harus menunggu namun ku tahu cintaku butuh nafas yang panjang untuk bersemi…

Jika benar kau lah takdir bagiku sungguh betapa bersyukurnya aku…
Semoga Allah menjagamu untukku dan aku dijaga untuk-mu, amin



Kembali aq berada pada titik dimana ingin rasanya aku menarik jiwaku dari semesta...
Pada saat yang sama aku hanya bisa tersenyum...
aku tau cintaku butuh nafas yang panjang untuk bersemi...
dan semoga cinta kan dewasakan-aku
Amin





Menangis melembutkan hatiku dan kurasa aku menangis karena dengan menangis akan membuatku merasa lebih baik dan lebih lapang setelahnya...




Robbi, jadikan aku pemenang atas hatiku sendiri…
Jangan biarkan hati mengizinkan harapan terbang terlampau tinggi
Dimana akal sehat tak bisa di bilang sehat lagi…



Tidak ada komentar:

Posting Komentar