"Tanyalah Pada Allah, adakah kekasih yang tega mencabut nyawa kekasihNYa..."!! Seru Ibrahim kepada Malaikat Maut..bergegaslah Malaikat menghadap Alloh...Lalu Rabb kita berkata.....
" Katakan Kepada Ibrahim, adakah Kekasih yang enggan bersua dengan Kekasihnya?"
Mendengar itu seketika Ibrahim as, menjawab.....
" Kalau Begitu cabutlah Nyawaku sekarang juga......."!!
Begitulah
CINTA MEMANG TAK HENDAK MENUNGGU...
tapi karena cinta aku rela menunggu...
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Ibnu Abbas r.a menceritakan bahwa Rasullullah didatangi seseorang yang berlumur darah. Rasullullah bertanya “apa yang terjadi denganmu?”. Orang itu menjawab “aku melintas dihadapan seorang wanita, ia terus kutatap sehingga aku membentur dinding, beginilah akibatnya. Baginda Nabi lantas bersabda “apabila Allah menghendaki kebaikan untuk seseorang, Dia segerakan hukuman untuknya” (H.R Thabrani dalam al-Mu’jal al-Kabir (1.1842) dan al Hakim dalam al Mustadrak (I, h, 349)
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Dalam Lawami, Anwar al- Qulun bercerita:
Ketika berjalan dipedalaman, aku melihat seorang wanita. Ia cantik bak rembulan, aku mendekatinya dan mengucapkan salam. Ia membalas salamku, aku berkata “wahai saudariku, aku tertarik kepadamu”. Ia menanggapi, “kuserahkan diriku kepadamu”. Namun jika engkau tertarik karena kecantikanku, lihatlah, dibelakangmu ada yang lebih cantik dari pada aku!”. Aku serta merta menoleh kebelakang, namun tidak ada siapa-siapa. Wanita itu lalu berteriak “pergilah wahai orang buruk, ketika melihatmu dari jauh aku menyangkamu orang arif, dan ketika berbicara dengan mu aku mengira kau seorang pencinta. Engkau mengaku mencintaiku sementara engkau masih melihat selainku. Engkau belum bisa mendekatiku” ia lalu pergi seraya memandang langit…
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
(Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu'Anhu)
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
"Engkau tidak akan bahagia dengan hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain...tapi kembalilah pada rasa yang ada dalam dirimu agar engkau gembira." [Syaikh 'Aidh Al-Qarni]
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Hendaklah engkau sengaja mendatangiku untuk memberi nasehat ketika aku sendirian.Hindarilah memberi nasehat kepadaku ditengah khalayak ramai
Karena sesungguhnya memberi nasehat dihadapan banyak orang sama saja dengan memburuk-burukkan, saya tidak suka mendengarnya. Jika engkau menyalahi saya dan tidak mengikuti ucapanku maka janganlah engkau kaget apabila nasehatmu tidak ditaati
( Imam Syafi''i)
Karena sesungguhnya memberi nasehat dihadapan banyak orang sama saja dengan memburuk-burukkan, saya tidak suka mendengarnya. Jika engkau menyalahi saya dan tidak mengikuti ucapanku maka janganlah engkau kaget apabila nasehatmu tidak ditaati
( Imam Syafi''i)
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Andaikan sebuah kesulitan adalah hujan dan kemudahan adalah matahari maka kita butuh keduanya untuk bisa melihat pelangi
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Jika engkau beriman dan bersikap manis, kematian itu akan bermakna baik. Tapi kematian ada juga yang kafir dan pahit
(Jalaludin Rumi)
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥.:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Baginda Nabi bersabda:
“Sesungguhnya Roobmu itu pemalu lagi pemurah,
merasa
yang mengangkat kedua tangannya untuk berdo'a lalu
dikembalikan kosong”









