Kamis, 20 Oktober 2011

Wahai suami yang lembut hatinya…




Sebelum Cahaya, Selasa 12 October 2010

…dan kembali ku goreskan tinta…bukan tuk menggurui atau mengobral kata…sekedar menyampaikan bahasa jiwa melalui bait-bait sederhana…semoga ada makna yang bisa kita  ambil dari sana…

Wahai suami yang lembut hatinya…,
Sudahkah kau sapa dengan santun istrimu hari ini?? Sudahkah kau bisikkan sebuah kata sederhana yang mungkin kadang sulit terucap dari lisan mu…namun sangat dia tunggu…kiranya tak ada salahnya jika sekali-kali kau katakan padanya “dinda, aku mencintai mu”, “ honey, bukan merayu namun sungguh aku tergila-gila padamu”, “sayanx, masih ku tak percaya jika kini kau jadi milik ku”

Terkadang mungkin kesibukan tlah membuat mu lupa tuk sekedar memberikan senyum hangat mu saat dia membuka mata dan berterima kasih atas sarapan pagi yang di sajikannya…
Apakah gerangan yang membebanimu, jika engkau menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!! 

Tanyalah keadaan istrimu di saat engkau masuk rumah!!
Apakah memberatkanmu, jika engkau menuturkan kepada istrimu di kala masuk rumah : “Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, tiadakah dirimu tau diriku telah terserang rindu yang tak tertahan”
Sekali-kali tak pernah ada ruginya di sela-sela kesibukan mu atau saat dia tak di dekatmu…kau kirim message (sms) pada istrimu sekedar tuk bilang “dinda, kanda rindu”,  dan kupastikan itu kan membuat pipi kekasih mu memerah karena panah2 cinta yang  kau lepaskan…tak masalah sedikit rayuan gombal…terkadang wanita menikmatinya…

Wahai suami yang lembut hatinya…
Ingatkah kau dulu saat kalian masih pacaran (bagi yang berpacaran) tak pernah kau merasa sayang untuk membuang pulsa mu guna mengirimi kekasih mu pesan2 yang berisi rayuan2 maut dan sejuta perhatian padanya…namun kini, setelah dia halal bagi mu kenapa seringkali kau lupa tuk sekedar mengatakan “darling, hari ini kau cantik sekali”!!!

Sungguh sedih kurasa saat ku saksikan tidak sedikit di antara mereka dimana semakin lama usia pernikahan maka semakin tak ada kemesraan di antara masing2 pasangan…semua telah menjadi sangat biasa…betapa saya sangat menyayangkannya…
Untuk para suami, tak perlu ragu untuk sekedar memeluk hangat istri Anda dan berkata “sayanx, aku mencintaimu”

Dan engkau para istri, jangan enggan tuk memanjakan suami Anda...berhiaslah lebih cantik ketika bersamanya, senantiasa santun dan lembut saat berbicara dengan nya, tidak melawan apa yang di perintahkannya namun jika kau tak sefaham dengan apa yang di sampaikan kekasihmu maka sampaikan argument mu dengan bahasa terbaik…kurasa dia akan mengerti dan mencoba tuk memahami…

Saudaraku, berapapun usia pernikahan Anda, tetaplah perbaharui cinta berdua dengan senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayang. Sehingga kelak, cita-cita berdua sampai di surga-Nya bukanlah sekedar impian belaka. Dengan cinta dan perhatian yang tulus kepada pasangan anda, segala cobaan, ujian seberat apapun akan mampu diatasi bersama, selamanya, tanpa harus berakhir dengan tangis dan penyesalan…
Saya memang belum tahu bagaimana itu dunia pernikahan, apa itu hidup berumah tangga dan lain sebagainya…namun, izinkan saya berdoa untuk Anda yang telah berkeluarga semoga Allah amanahkan bahagia…kemesraan selamanya…amin.

Subhanakallahu allahumma wa bihamdika, asyhadu alla ila ha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaika...

Selesai di tulis menjelang isya’ ketika perut saya terasa lapar sangat luar biasa ~.~



4 Dzulqa’dah 1431 H
Scarlet Khansa Alzema


Aku ingin menjadi SHALEHAH…







Ku goreskan tinta sekedar tuk ungkapkan rasa…
sebuah keinginan sederhana dari wanita biasa yang bermimpi menjadi bidadari surga…
semua bermula saat ku sadar cantik ku pasti kan membiasa lalu sirna…dan pesona ku bukan segalanya…

Pada suatu ketika pernah ku baca Imam Ghazali berkata:
“Pilihlah istri yang cantik agar kamu tidak bosan”
tapi tentang pesona jiwa itu Baginda Nabi  bersabda, “Tapi pilihlah calon istri yang taat beragama niscaya kamu pasti beruntung.”

Aku wanita yang tengah mendamba entah pastinya…jauh disana…pemuda shalih yang tampan, dewasa, bijaksana, nan menawan…

Perempuan-perempuan jahat untuk laki-laki jahat, laki-laki jahat untuk perempuan-perempuan jahat pula, perempuan-perempuan baik untuk laki-laki baik, laki-laki baik, untuk perempuan baik-baik pula. Mereka itu (orang-orang baik) terlepas dari tuduhan yang mereka katakan, untuk mereka itu ampunan dan rezeki yang mulia” (QS. An-Nur: 26)

Dan akupun berkaca…siapakah aku ini Wahai Allah !!?? pantaskah aku temani langkahnya??!!

“Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalehah, jika engkau memandangnya maka engkau kagum kepadanya, dan jika engkau pergi darinya (tidak berada di sisinya) engkau akan merasa aman atas dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia melontarkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi darinya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu.” (HR. Ibnu Hibban dan lainnya dalam As-Silsilah ash-Shahihah hadits 282)

Sadarku akan siapa diriku…sudah baik kah lahir dan batin ini?? teramat jauh rasanya dari apa yang aku tau tengah di dambanya…

“Dan isteri shalehah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-sebaik (harta) yang disimpan manusia.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, Shahihul jami’ 4285)

Kurasa tugasku bukanlah mencari dimana hadirmu, tapi mempercantik lahir dan batinku dulu…membaikkan akhlaq dan meluruskan niat ku…agar aku bisa mengimbangi shalih mu dengan menshalehahkan diriku…karena ku yakin nanti kau pasti kan datang menjemputku…
Ku tau dimana dirimu berada, “meski ku tak tau pasti kau siapa…bagaimanapun kau yang sebenarnya…dasar jiwaku berkata, aku hanya ingin setia…”

Ku tau bahwa kaum ku adalah pemulia kehidupan yang keindahan nya pangkal dari segala keindahan dan magnetic bagi laki-laki yang memandang
“Namun, ku tak ingin hanya sebatas indah dalam pandangan, sedang membosankan setelah berdekatan…
ku ingin menjadi wanita mulia yang tau bagaimana cara memuliakan dirinya dan memuliakan pemilik tulang rusuknya
tau bagaimana cara menjaga harta dan mendidik keturunan nya
tau apa yang bisa menyenangkan mu, dan tak melakukan apa yang menjadikan murkamu…
Ku ingin hadirku kan jadi penyejuk jiwamu…kata2 ku tak membosankan mu, sosok ku selalu kau rindu dan dengan memilikiku seolah kau tak butuh lagi akan dunia dan seisinya…”

Ku rasa tak mudah untuk bisa menjadi yang seperti itu…tapi ku rasa sudah seharusnya aku berbenah diri jika ingin menjadi perhiasan mu…

…aku ingin jadi SHALEHAH…
bukan hanya untuk diriku sendiri, tapi untuk mu, untuk keturunan kita…dan tentu untuk Allah Ta’ala…
aku wanita biasa…yang sedang berbenah diri untuk menjadi mulia…untukmu…yang jauh disana…

“…cinta yang bermanfaat ialah yang bisa mendorong pelaku cinta pada pencarian kesempurnaan…”
ku tau penantian ini tidaklah sia-sia, penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan…Tuhan dalam segala hikmah_Nya memintaku menunggu, karena alasan yang penting...

Ahad, 18 Ramadhan 1431 H
22:13  (290810)

My best regards to you
Scarlet Khansa Alzema



Rabu, 19 Oktober 2011

…aku TAK PERNAH membencimu…

…dan sebelum pandanganmu bergeser pada baris selanjutnya, tolong sediakan ruang maaf yang lapang untukku jika dengan sengaja catatan ini akan menyinggung perasaanmu, karena kali ini bukan kata-kata manis dan indah yang kutulis untukmu…namun sedikit pedas dan tegas hanya karena aku peduli padamu…

Salam dariku, semoga kasih sayang Allah menyertaimu sepanjang siang dan malam, amin…
Aku tak pernah membencimu tapi jujur ku akui AKU BENCI dengan kebiasaanmu, karena engkau menikmati rokok yang kau tahu bisa membunuhmu…setiap hisapan yang begitu khusyuk kau nikmati pada akhirnya akan menghancurkan masa depanmu…

Aku takkan memaparkan padamu akan fakta-fakta mengenai bahaya merokok karena ku tahu kau sudah muak dengan semua fakta-fakta itu, bahkan kau sengaja pura-pura buta ketika melihat tulisan mengenai bahaya merokok dan pura2 tuli ketika mendengar orang mengatakan betapa bahayanya rokok bagi kesehatan tapi aku ingin bilang AKU KASIHAN PADAMU karena kau telah DIPERBUDAK…

Kawan, hilang kemana kasih sayang mu pada istri, anak2, saudara, dan orang-orang yang menyayangimu, sehingga kau bisa dengan santainya perlahan tapi pasti meracuni mereka.  Setiap kau menikmati batang demi batang rokok di dekat mereka  pada saat yang sama mereka juga ikut menikmati racun dari asap rokok yang begitu kau cintai…bukankah kau tau betapa berbahayanya asap rokok mu itu bagi mereka atau memang batang-batang beracun  itu yang lebih kau sayangi???

Entahlah, aku tak tahu hilang kemana sosok dirimu yang baik dan santun itu, karena kudapati dirimu tampak begitu angkuh dan sombong ketika sedang sibuk menikmati racun itu…

Kawan, sayangilah keluargamu dan orang-orang yang menyayangimu…jika kau mungkin lupa betapa berbahayanya kebiasaan merokokmu itu bagi mereka…setidaknya ingatlah untuk menyayangi nyawamu…hidupmu adalah amanah dari Allah jadi jagalah apa yang Allah titipkan padamu…

dirimu adalah milik Allah, suatu saat Allah ingin kau kembali dan bukankah sekarang kita memang sedang berjalan untuk “pulang”… jadi hiduplah dengan baik agar ketika Allah memintamu untuk kembali kau bisa “pulang” dalam keadaan terbaik…bukan pulang dengan akhir yang memilukan karena terlebih dahulu harus terkapar tak berdaya di rumah sakit hanya karena rokok yang kau cintai itu…

aku tahu bukan mudah untuk berhenti merokok tapi kau BISA berhenti jika kau MAU dan TERUS BERUSAHA…

Bagi para istri, kekasih, anak, saudara, dan yang lainnya…jika suamimu, kekasihmu, ayahmu, saudaramu, atau orang yang kau sayangi adalah perokok… jangan bosan untuk mengingatkan dan membantunya berhenti merokok, jika mereka marah karena teguranmu…dengarkan saja amarahnya…maafkan kata2 nya dan besok ingatkan dia lagi, jika dia memarahimu lagi…maafkan lagi J
Biarkan dia bosan dengan teguranmu tapi kau jangan ikut bosan untuk membantunya berhenti merokok...

Syaikh Abdullah bin Muhammad rahimahullah berkata “…dan jika ada orang mengatakan, rokok itu tidak haram, juga tidak halal, maka dia adalah orang bodoh yang tidak mengerti apa yang dikatakannya…

…jangan lupa berikan ruang maaf yang luas untuk ku jika ada kata yang tak berkenan dari catatan ini…aku mungkin bukan siapa2 bagimu, hanya seorang teman dan bisa jadi kita tak saling kenal…siapapun aku bagimu itu bukan hal penting bagiku…ini ku tulis hanya karena aku peduli padamu, aku peduli pada orang-orang yang menyayangimu dan peduli pada orang yang ada didekatmu ketika kau sedang merokok, agar mereka  tak teracuni lagi…

Semoga hanya kebaikan bagimu, amin

Hari ini, di pinggiran kota kami…17 March 2011, 11:35

My best regards to you

Scarlet Khansa Alzema

Selasa, 18 Oktober 2011

…dan aku masih tak sempurna bila tanpamu…





Kau menyimpan setiap getaran rasa dengan begitu rapi di sudut jiwamu
sementara hatiku terjaga dalam balutan dzikir-dzikir hari melawan kesemuan pula kefanaan yang kian menjadi-jadi…
kudekap syukurku laksana kehangatan kayu yang terbakar api dimusim dingin dalam indahmu menguji iman dan sabar ini…

kutahu kau sedang sibuk meminang akhlaq guna luruskan niat dalam kesempurnaan ikhtiar tuk lahirkan sekeping hati sang pecinta sejati

hari-hari kan berlalu dan kuyakin kau kan selesaikan Hamdalahmu hingga rakaat akhir tanpa buatku merasa lelah menunggu…

khusuk kunanti salam kau bisikkan dalam senandung doa semoga keselamatan dan rahmat Allah pada kita semua

aku masih disini, kala nanti kudapati seluruh rakaatmu tlah selesai dan kutunggu keputusan Tuhan akankah ikrar cinta kan terucap tuk ikat jalinan jiwa ataukah kan kudapati dirimu berpaling tuk genggam jemari yang lain…
…kanku biarkan kebekuan meleleh hanya karena izin Allah, sadarku bahwa akhirnya apapun yang terjadi tentulah sudah kehendak Allah dan tugasku hanya tuk patuh menjalankan…

akan apapun yang tlah tertuliskan kuhibur diriku dalam senandung pujian dan kupijat sakit kepalaku dalam sujud yang panjang…kutahu hanya itulah sebaik baik obat penenang….

lanjutkan Hamdalahmu…aku masih ingin setia menunggu…

…jika Allah menghendaki maka suatu hari nanti kita akan bertemu untuk bersama dengan cara yang lebih indah dari yang mampu kuimpikan…
dan aku masih tak sempurna bila tanpamu…

Semoga Allah memberkahimu, amin

tertanggal 3 January 2011…kala senandung rinai hujan menyemarakkan kebisuan malam 23:54

My best regards to you
Scarlet Khansa Alzema

Senin, 17 Oktober 2011

“belahan jiwa itu hanya akan seindah jiwa kita”




Seseorang pernah berpesan pada saya ”Carilah pendamping hidupmu dengan dua kriteria:
1. Ahli Sabar
( ia akan selalu tulus berada disampingmu apapun yg terjadi, ketika kamu dibawah ia akan mensuportmu, dan ketika di atas dia akan setia sebagai penyeimbangmu agar engkau selalu rendah hati)
2. Ahli Syukur
( ia akan selalu bersamamu & menerimamu apa adanya)
Karena dua item itulah yg akan membawamu dlm kebahagian, kedamaian, dan ketenangan”.
Semoga kita mendapatkan seseorang yang seperti itu, seseorang yang di setiap doanya dia akan selalu memohon pada Allah agar hidup kita diberkahi dan selalu berada dalam lindungan-Nya, Amin.
Namun saya ingat bahwa “belahan jiwa itu hanya akan seindah jiwa kita” seperti yang Allah janjikan dalam Al Qur an bahwa:
“Perempuan-perempuan jahat untuk laki-laki jahat, laki-laki jahat untuk perempuan-perempuan jahat pula, perempuan-perempuan baik untuk laki-laki baik, laki-laki baik, untuk perempuan baik-baik pula (QS. An-Nur: 26)

Dan menurut saya “cinta itu adalah diri kita, tentang bagaimana kita…bukan tentang bagaimana dirinya…cinta adalah kita yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik…agar kita bukan hanya bisa menjadi yang terindah dihatinya tapi dasar jiwa kita juga menyimpan harapan yang lebih mulia yaitu kita ingin menjadi berkah bagi dirinya”

Oleh karena itu semoga kita tidak pernah merasa lelah untuk 
terus meningkatkan kualitas diri, belajar, dan terus belajar 
untuk menjadi pribadi yang indah. 
Meski akhlak seseorang tersembunyi di dalam jiwanya, 
tetapi adab dan tata karma yang diikuti dan nampak dari luar 
akan menyuburkan akhlak yang tersembunyi itu…
 “belahan jiwa itu hanya akan seindah jiwa kita” 
dan tenanglah karena “tulang rusuk tidak akan tertukar”. 
Semoga Allah memberikan petunjuk di hati kita, 
dan menjadikan kita orang yang beruntung 
karena bisa menjadi pendamping seseorang dengan dua kriteria di atas, amin

seorang pengarang pernah berkata ”Menikahlah dengan orang yang Anda
cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Kalimat kedua merupakan perwujudan dari rasa syukur…bersyukur terhadap apa yang kita miliki dan syukur merupakan tingkat kualitas hati yang terpenting…

Semoga beruntung, amin

Selasa, 12 April 2011
15:00

My best regards to you
Scarlet Khansa Alzema